Skip to main content

Biaya Hidup Di Jerman Untuk Mahasiswa

Warna Warni - Halo semuanya selamat datang di videonya Gita. Kali ini gue akan membahas biaya tinggal di Jerman. Nah sebelum gue memulai videonya, gue mau ngasih disclaimer dulu. Jadi biaya tinggal di Jerman ini relatif, jadi tergantung kalian tinggalnya dimana, terus tergantung lifestyle kalian gimana, terus tergantung orangnya masing-masing. Jadi kalau misalnya orangnya boros dia akan menghabiskan uang lebih banyak per bulannya, kalau orangnya bisa ngirit-ngirit dikit ya bisa pasti bisa banyak hemat keluar duit gitu.

Karena gue tinggalnya di Berlin, jadi gue membicarakan tentang biaya hidup di kota yang gue tinggal ini, di Berlin. Angkanya pastinya bisa diverse sih, kalau misalnya orangnya tinggal di Muenchen, mungkin orangnya akan mengeluarkan biaya yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan yang tinggal di Berlin, atau yang lainnya.

Biaya Hidup Di Jerman Untuk Mahasiswa

Ya udah, kita mulai aja ya..


Biaya Hidup Di Jerman

Per bulan itu mahasiswanya atau studentnya itu diharuskan untuk membayar miete. Miete itu adalah harga sewa tempat tinggal. Nah miete ini dibagi menjadi dua sebenarnya, yaitu studenten wuhnheim sama privatwuhnung.

Studenten wuhnheim itu adalah dorm, kaya gue yang sekarang tinggal. Kalau kalian ingin lihat di dorm itu kaya apa isinya, kalian bisa tonton video room tour gue. Terus kalau privatwuhnung itu ya wuhnung itu artinya apartemen, jadi apartemen privat.

Sebenarnya sih dua ini masih bisa dibagi-bagi lagi, kaya contohnya studenten wuhnheim itu bisa dibagi macam-macam. Disini gue baginya empat aja kali ya:
  1. Einselzimer
  2. Einzelapt
  3. Doppelzimmer
  4. 2-zimmer apt
Bedanya apa? Bedanya adalah jenis tempat tinggal yang akan loe dapat sih.  


Einselzimer

Biasanya kalau einselzimer ini biasanya di dalam kamar loe itu cuma ada kamar tidur, atau paling banter tempat mandi atau shower. Sementara kalau kitchen atau dapur itu loe harus share sama orang-orang di satu lantai, namanya di fluur meinzhaf.

Terus di einselzimer itu kadang-kadang juga ada yang sampai kamar mandi dan WC-nya itu harus share juga sama teman-teman satu lantai. 


Doppelzimmer

Kalau yang doppelzimmer bedanya kamarnya ada dua, terus loe sharing sama dia gitu deh. Tapi kalau kaya kitchen juga loe harus sharing sama teman-teman satu lantai juga, tapi kalau misalnya bathroom atau WC loe sharingnya sama teman di kamar sebelah loe. 


Einzelapt

Nah kalau yang einzelapt ini kaya apartemen gue sekarang, tempat gue tinggal. Jadi di satu ruangan itu sudah ada kamar tidurnya, terus ada WC-nya terus ada tempat mandinya juga, dan ada dapurnya. Dapurnya kecil sih. Tapi cukuplah buat student, student kan biasanya masaknya ngga heboh.


2-zimmer apt

Nah kalau Z-zimmer apt jadi di dalam satu wuhnung itu ada dua kamar, jadi anggaplah sebagai apartemen yang punya dua kamar tapi itu adalah dorm. Nah kalau di studenten wuhnheim harganya variatif. Pertama tergantung dari tempatnya dimana, jadi makin studenten wuhnheim-nya dekat sama tentwohm dia makin mahal. Terus tergantung kalau kamarnya itu kaya meubelnya itu baru semua, itu  biasanya lebih mahal, kalau kaya gue gini, meubelnya masih lama, terus kaya desainnya juga masih desain yang lama, karena gue sudah tinggal disini sudah dari 2012. 

Gue bisa bilang kalau harga studenten wuhnheim sekitaran 175-480 dengan jenis apartemen yang berbeda-beda. Ini gue cek di websitenya studenten verg berlin.de, nah kalau vrilatwuhnung beda-beda juga, ada yang einzimmer wuhnung ada yang etc.

Nah kalau yang 1-zimmer wuhnung ini apartemen loe itu kaya studio kali ya? Jadi benar-benar kaya cuma satu kamar doang, terus ada kamar mandi sama ada dapur, tapi kalau 2-zimmer wuhnung ini ada dua kamar, tapi bukan kamar tidur, melainkan satu kamar tidur dan satu ruang tamu. Biasanya sih kaya gitu, dan lain lain. Jadi ada tiga kamar, empat kamar dan lain-lain. 

Biasanya kalau orang Indonesia itu kadang-kadang yang 1-zimmerwuhnung tapi dipake buat dua orang, jadi kaya kamarnya itu dibagi dua. Atau yang 2-zimmer wuhnung ada yang satu kamar tidur dan satu ruang tengah, nah ruang tengah itu juga dipake sebagai kamar tidur. Jadi dibagi gitu, jadi ruang tengah, terus dibagi jadi ada kamar tidur, dan ada sisa sedikit menjadi ruang tengah.

Pokoknya student disini itu kreatif, supaya mereka itu ngga bayar mietenya itu mahal per bulannya. Kalau untuk privatwuhnung harganya lebih mahal sih dibandingkan studenten wuhnheim, biasanya kalau 1-zimmer wuhnung itu tergantung juga posisinya ada dimana. Makin dekat sama zehn home, lagi-lagi harganya bisa lebih mahal. Sekitar 500an ke atas, tapi kalau misalnya kaya di Berlin-Berlin pinggiran harganya ya 300an lebih ya masih dapat. 

Nah kalau misalnya kalian kaya bikin wohngemainshaft, dan loe sharing wuhnung atau sharing apartemen sama student lain atau sama orang lain jatuhnya lebih murah. Kaya makin loe banyak sharing sama orang maka akan semakin murah, tapi gue ngga prefer kaya gitu sih, karena jadinya kaya bakal kaya teri gitu. Kaya bakal kaya kamar kos-kosan gitu, jadi orangnya banyak banget.

Jadi sebenarnya preferensi masing-masing sih, pingin lebih murah atau pingin lebih nyaman. Kalau ini paling harganya bisa 180 sampai 600 lebih kali ya? Gitu. Nah kalau untuk miete kita ambil harga tengah, berapa ya? 300 kali ya, selain miete student disini juga diwajibkan untuk bayar krankenversizrum, krankerverzhicrum itu bahasa Indonesianya adalah asuransi kesehatan. Di sini setiap orang yang tinggal di Jerman wajib punya asuransi kesehatan. 

Nah ketika gue masih jadi siswa di spraschule, atau di sekolah bahasa, gue ngga harus pake asuransi kesehatan yang statlizt, jadi gue bisa cari-cari asuransi kesehatan yang kira-kira privat dan paling murah. Waktu itu sih gue pake kalau ngga salah mawista, gue bayar kalau ngga salah sekitar 30 euro, tapi setelah gue menjadi student gue harus mau ngga mau daftar ke krankercerzisurung yang statlizt, dan terserah mau mereknya apa, harga bayarnya itu sama, disini itu ada aok ada teka, ada deaka, dan mereka itu semua ngasih tarifnya sama.

Kalau sekarang itu sih kalau ngga salah 92 Euro. Nah mereka ini nih tiap tahun naik, kalau ngga salah ya pas awal gue dulu jadi student itu kaya gue masih bayar 60an sekian. 


Pengeluaran Telepon Tiap Bulan

Nah sekarang, untuk telephone, kalau telephone lagi-lagi relatif, tergantung loe pake provider apa, dan di provider itu loe pake paket yang mana.

Banyak sih mahasiswa disini yang lebih prefer ngga pake pasca bayar karena biasanya kalau pasca bayar itu lebih mahal, jadi mereka itu kaya di Indonesia aja, lebih senang beli-beli pulsa setiap bulan. Nah tapi kalau gue pasca bayar, gue bayar 35 Euro per bulan karena gue pake internetnya kaya 6 GB gitu, tapi ada juga orang-orang yang lebih senang bayar lebih murah misalnya 25 Euro anggaplah sudah bisa dapat internet 1 GB atau 2GB.


Pengeluaran Internet Tiap Bulan

Jadi kita ambil harga tengahnya 25 Euro aja ya. Selain telpon kita juga harus bayar internet. Nah kalau internet, kita ngambil harga tengahnya 20 Euro aja, tapi disini kita bisa sharing sebenarnya, biasanya buat orang-orang Indonesia yang tinggal bareng sama student lain atau di vongemainschaft, mereka bayar internetnya bareng-bareng. 

Jadi kalau misalnya per bulannya itu 20, kalau misalnya mereka tinggalnya berdua, jadi mereka bayarnya itu sepuluh sepuluh. Atau kaya waktu itu, gue itu sebelum pasang internet di rumah, gue sempat joinan sama tetangga gue, di sebelah, dan dia kaya punya wifinya bagus gitu. Jadi dia itu talent sama orang-orang, kaya di atasnya, di bawahnya, di sampingnya, terus gue bayarnya 10 Euro per bulan. 

Dulu gue punya tetangga di bawah gue, yang gue sharing internet sama dia, jadi kaya dia bayar ke gue 10 Euro tapi sekarang dia sudah pindah jadi gue kaya harus bayar 20 Euro sendiri. Tapi lagi internet ini lagi tergantung sama paket-paketnya. Kalau misalnya loe mau internetnya lebih cepat, ya loe harus bayar lebih mahal, bisa sampai 40 Euro per bulan.


Pengeluaran Per Bulan Untuk Makanan

Nah pengeluaran lain per bulan yaitu makanan. Ini yang paling loe bisa akal-akalin sih karena loe ngga musti harus makan di luar terus. Kalau kita lebih senang masak sudah tentu kita bisa menghemat jauh lebih banyak, tapi disini gue kasih harga aja kira-kira makanan di restoran di Berlin itu berapa. 

Di Berlin itu cukup murah sih, loe bisa nemu makanan yang proper dari 5 Euro sampai 9 Euro. 9 Euro aja itu sudah mahal banget sebenarnya, kalau misalnya loe pernah restoran Nusantara di Berlin, di situ makanannya murah-murah banget. 5 Euro atau 6 Euro itu makanannya sudah enak-enak dan juga porsinya sudah banyak, dan bahkan loe bisa minta porsi nasi lebih banyak gitu.

Terus kalau misalnya loe makannya ngga di restoran, misalnya makannya kaya di asia-asia inbiz gitu, atau biasanya loe makan dunner atau makan apa ya, halbez hanchen itu harganya paling cuma 2 Euro sampai 3 Euro sekian. Jadi di Berlin itu kalau untuk makan, kalau untuk makan di luar itu termasuk murah. Tapi tetap aja kalau misalnya tiap hari makan di luar, berasa sih duitnya kaya cepat habis gitu. 

Nah harga beras kaya di supermarket gitu kaya nitto atau liebe, pokoknya yang murah-murah gitu bukan beras jasmin rice ya. Berasnya itu beras basmati, itu harganya 1,69 Euro satu kilonya, kalau misalnya loe mau beli beras yang kaya di Indonesia atau beras Thailand, jatuhnya jauh lebih mahal, jadi gue ngga pernah beli itu lagi jadi gue cuma beli berasmati doang. 

Sebenarnya ada beras yang lebih murah, namanya beras langkor, dia kaya agak lebih kuning gitu, dan dia lebih keras. Rasanya kering banget, nah kalau untuk minum, di Jerman itu tuh gratis. Karena kita bisa ngambil dari air keran dan airnya itu selalu bersih dan layak untuk diminum. Makanya gue selalu bawa botol minum kemana-mana, terus gue kalau di restoran hampir ngga pernah pesan air minum karena gue mikir ngapain gue pesan kalau gue bisa minum gratis, tinggal buka keran doang.

Kalau untuk makanan berdasarkan data dari studenten wehct Berlin per bulan itu student keluar uang sampai 175 Euro tapi lagi ini relatif. 

Nah selain makanan mungkin ada kaya pingin beli entah printilan-printilan buat sekolah atau misalnya beli apalah, ngelihat ada yang sale atau gimana-gimana paling itu per bulan sekitar 100 Euro lah ya? 

Setiap 6 bulan sekali atau setiap satu semester kita itu harus bayar uang kuliah, uang universitas, dan biasanya harganya cuma 300 Euro per semester. Kalau dihitung-hitung, harga semuanya sih sekitar 700an euro lah per bulan. Tapi lagi kaya gue bilang tadi, ini tuh relatif. Nominal 700 euro itu ngga absolut semua orang itu beda-beda, tergantung sama kalian tinggalnya dimana terus lifestylenya gimana. Banyak orang-orang yang cuma bahkan biaya hidup di Jerman itu setengahnya dari angka ini. 

Ini cuma kaya ainsezsung yang super-super buruk, yang ngga bisa ditepuk rata untuk semua orang. Banyak student bisa ngasih bekerja disini, sebenarnya bisa banget. In fact kayanya hampir semua student di Jerman itu kerja, entah kerjanya itu di pabrik atau kerjanya itu di area gastronomi kaya misalnya jadi waiter atau waitress, di cafe atau di restoran atau kerja di vexstudent, jadi dia bekerja sebagai student yang bekerja di suatu perusahaan.

Macam-macam sih pekerjaannya disini, banyak lahan pekerjaan, tapi kalau misalnya kita kerja itu resikonya adalah pasti energi dan waktu kita harus kita belah jadi kita ngga bisa yang benar-benar fokus banget ke kuliah, misalnya dalam satu semester itu kita bisa ngambil modul itu 6 lah anggaplah. Atau misalnya 7, tapi karena kita sudah ingin kerja di hari apa, jadi kita ngga ngambil modul yang satu, jadi kita ngambilnya itu di semester depan. Banyak juga yang kaya gitu, nah tapi berkaca di pengalaman dan melihat dari orang-orang sebenarnya sebelum ke Jerman, harus sudah siapin, jangan yang langsung punya pikiran, ya udahlah siapin aja uang seadanya toh disana bisa kerja. 

Jangan kaya gitu, karena belum tentu bisa kerja juga. Kita ngga tahu kan ternyata kuliah kita demanding banget, kaya gue di beberapa semester ngga bisa kerja karena gue itu harus kerja di lab terus. Jadi sebenarnya kalau mau kesini itu harus siap biaya. Tapi banyak juga orang-orang yang udah sekolahnya itu demanding banget, sibuk banget tapi dia tetap bisa kerja.

Kalau kalian pernah ngelihat ada segitiga gitu, kalau ngga salah gue pernah ngelihat di 9 game gitu. Jadi loe harus milih social life lah apa lah, apa lah apa lah, kalian kaya ngga bisa milih semuanya gitu, ada yang harus kalian korbankan. Entah misalnya kuliah dikorbankan atau jadi jarang ketemu teman, atau jadi dikit waktu tidurnya.

Apalagi ya yang mau diomongin? Kayanya sudah sih itu doang, Semoga videonya bermanfaat, dan semoga video ini menjawab pertanyaan kalian tentang biaya hidup di Jerman. Buat yang mau tanya lebih lanjut, bisa tulis di komen. Sampai ketemu di video selanjutnya. Dadaaahh...


Nah kurang lebih seperti itu yang disharingkan oleh Gita mengenai biaya hidup di Jerman untuk mahasiswa. Kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa juga untuk SUBSCRIBE di youtube channelnya ya. Sampai ketemu lagi dan wassalam.



Baca juga:
  1. Pengalaman Naik First Class Garuda Indonesia
  2. Menjelajahi Keindahan Raja Ampat Papua
  3. Pesona Pulau Lingga, Riau

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Vincent van Gogh : Pusaran Badai Hidup Sang Jenius Seni

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…