Skip to main content

Kartini Menerangi Indonesia


Kartini selama ini kita mengenalnya hanya sebagai seorang yang memperjuangkan emansipasi wanita dan merupakan pahlawan bagi kaum wanita. Namun pola pemikiran dari Kartini banyak dari kita yang belum paham. Bukunya yang berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang yang berisikan banyak pemikiran dia mengungkapkan banyak hal mengapa seorang Kartini dikenang sebagai pahlawan bagi kaum perempuan.

Di abad ke 19, dimana ketika itu sebagian besar masyarakat Indonesia masih buta huruf, Kartini muncul sebagai perempuan yang begitu banyak menorehkan pemikirannya untuk bangsa Indonesia. Pemikirannya tentang peranan perempuan dalam keluarga dan masyarakat, Kegelisahannya tentang agama, dan penolakkannya terhadap budaya feodal tertoreh jelas pada tulisan Kartini dalam surat-suratnya.

Surat-surat Kartini untuk pertama kalinya diterbitkan pada 1911 di Semarang, Surabaya, dan Den Haag atas prakarsa Menteri Kebudayaan, Agama, dan Kerajinan Hindia Belanda, Mr Jacques Henry Abendanon dengan judul Door Duisterni tot Licht: Gedachten Over en Voor Het Volk van Raden Ajeng Kartini.

Karena berbahasa Belanda, surat-surat itu hanya dibaca kalangan terbatas. Pada 1922, buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang: Boeah Pikiran. Karya Kartini ini juga sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Sunda dengan judul Ti Noe Poek Ka Nor Tjaan dan bahasa Jawa dengan judul Mboekak Pepeteng.

Habis Gelap Terbitlah Terang hanya memuat segelintir dari ratusan surat Kartini. Namun, dari tulisannya kita menjadi bisa lebih mengerti pergulatan pemikirannya dan bisa memahami mengapa ia pantas menyandar gelar pendekar bangsa. belajar bahasa inggris mudah

Popular posts from this blog

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Bob Sadino (Lampung, 9 Maret 1933), atau akrab dipanggil om Bob, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan. Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat menggunakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya. Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan.

Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lloyd di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.
Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indon…

Marie Tussaud : Kisah Pengukir Lilin Yang Mengabadikan Tokoh Dunia

Mendengar nama Madame Tussaud's, kita langsung terbayang museum penuh patung lilin yang wajib dikunjungi. Meski sang pendirinya menyimpan sebuah kisah kelam, jaringan museumnya senantiasa menawarkan kegembiraan dan inspirasi.
Hidup Marie Tussaud berawal ketika ia lahir dengan nama Anna Maria Grosholtz pada 1 Desember 1761, di tengah keluarga miskin di Perancis. Lingkungannya begitu miskin hingga orang-orang disana biasa menjual gigi mereka agar bisa membeli makan. Ayah Marie adalah seorang tentara, namun ia harus tewas terbunuh di tengah medan perang dua bulan sebelum putri kecilnya lahir. Sang ibu yang menjanda kemudian pergi ke Swiss untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Ia mendapat pekerjaan sebagai pembantu rumah tangga di rumah seorang dokter bernama Phillipe Curtius. Dokter yang baik hati ini mengizinkan ibu Marie dan bayi perempuannya untuk tinggal di rumahnya. Sebagai seorang dokter, Curtius memiliki minat yang tidak biasa pada seni ukir lilin. Mulanya…

Kisah Louise Braille

Bagi kaum tunanetra sosok Louis Braille ini ibarat sosok Prometheus. Berkat perjuangan dari Louis Braille dalam menciptakan huruf yang kini kita kenal dengan huruf Braille ini Louis Braille membuka banyak mata para kaum tunanetra sehingga bisa 'melihat' dunia melalui tulisan. Mari kita simak kisah hidupnya..

Prometheus dalam mitologi Yunani adalah titan yang mencuri api milik para dewa yang kemudian diberikannya kepada manusia agar manusia bisa mengembangkan peradaban. Karakter kepahlawan yang seperti Prometheus ini bisa kita jumpai pada diri Louis Braille ini.

Kira-kira lebih dari 200 tahun yang lampau, di Perancis di sebuah desa kecil disana, hiduplah sebuah keluarga sederhana di sebuah rumah batu yang mungil. Simon Rene Braille, seorang kepala keluarga yang menghidupi istri dan empat orang anaknya dengan bekerja membuat pelana kuda dan sadelnya bagi para petani di daerahnya.

Pada 4 Januari 1809, lahirlah seorang anak terakhir dari keluarga Simon Rene Braille, yang diberi n…